Emas Bersiap Memasuki Era Digital, Kata CEO World Gold Council
CEO World Gold Council David Tait meyakini bahwa inovasi digital akan mengubah cara emas dimiliki, diperdagangkan, dan digunakan, dan ini menjadikan logam mulia ini semudah diakses seperti dompet digital bagi generasi investor baru.
Pasar emas berada di ambang transformasi digital yang dapat membuat aset safe-haven kuno ini semudah digunakan seperti uang yang disimpan di dompet ponsel, menurut Chief Executive Officer World Gold Council (WGC), David Tait.
Berbicara pada konferensi emas internasional yang baru-baru ini diadakan di Lanzhou, provinsi Gansu, Tait memaparkan visi di mana digitalisasi mengubah tidak hanya cara individu berinvestasi pada logam mulia, tetapi juga peran yang dimainkannya dalam sistem keuangan global.
"Transformasi terbesar bukan hanya di mana emas ditambang, tetapi bagaimana emas dimiliki, diperdagangkan, dan digunakan," kata Tait. "Hal yang paling penting adalah kemampuan untuk menggunakan bentuk digital emas di dompet setiap orang."
WGC sedang memajukan inisiatif Gold247, untuk mendukung peralihan tersebut, dimana inisiatif ini adalah sebuah program yang dirancang untuk menjembatani pasar emas fisik dengan infrastruktur keuangan digital. Upaya ini mencakup basis data global untuk emas yang bersumber secara bertanggung jawab dan platform "emas-sebagai-layanan" yang bertujuan menyederhanakan peluncuran dan adopsi produk emas digital.
Tait memperkirakan generasi muda yang akrab teknologi akan menjadi pendorong utama evolusi ini. Seiring kekayaan beralih dari tangan yang lebih tua ke yang lebih muda, investor yang nyaman mengelola portofolio melalui ponsel pintar semakin tertarik pada emas digital yang dapat dibeli dengan sekali klik, daripada batangan, koin, atau perhiasan konvensional.
Ia juga menunjuk China sebagai pemain kunci dalam memandu transformasi ini. Tait menggambarkan Shanghai Gold Exchange sebagai model dengan relevansi internasional dan menyarankan bahwa koordinasi yang lebih erat antara Shanghai dan Hong Kong dapat memperkuat perdagangan emas global, layanan kustodian, dan internasionalisasi pasar emas China yang lebih luas.
Gansu sendiri adalah rumah bagi cadangan emas terbesar kedua di China yang menghasilkan sekitar 180 miliar yuan ($26,6 miliar) dalam output industri sektor emas tahun lalu. Gubernur Ren Zhenhe mengatakan kepada para hadirin bahwa provinsi tersebut bermaksud memanfaatkan konferensi ini untuk memperdalam penggabungan keunggulan sumber daya, kemampuan perusahaan, dan vitalitas pasar sambil mempercepat pengembangan industri emas yang canggih, cerdas, hijau, dan aman.
Meskipun batangan dan koin fisik akan tetap menjadi segmen penting, Tait percaya bahwa produk digital tepercaya yang didukung oleh emas fisik akan semakin menarik investor karena lebih mudah diakses, diperdagangkan, dan diintegrasikan ke dalam portofolio yang terdiversifikasi.
Related assets: Gold, Silver, Palladium, Platinum